panduan lengkap membuat mol
KUMPULAN
TENTANG MOL ( MICRO ORGANISME LOKAL)
MACAM
MOL :
A. PEMBUATAN MOL ( MICRO ORGANISME LOKAL ) TAPE
1.
Masukan 1 ons Tape tadi kedalam botol mineral ukuran 1,5 liter.
2.
Isi dengan air hingga hampir penuh (jangan terlalu penuh).
3.
Masukkan 5 sendok gula kedalam botol yang telah diisi tape dan air tadi
4.
Kocok sebentar agar gula melarut.
5.
Biarkan botol terbuka tidak tertutup selama 4-5 hari hingga berbau wangi
alkohol, itu artinya MoL telah bisa di pakai.
B.
PEMBUATAN MOL NASI
1.
Nasi ( baru atau basi) dibentuk bulat sebesar bola pimpong sebanyak 4 buah
2.
Diamkan selama 3 hari sampai keluar jamur yang berwarna kuning, jingga, dan
abu-abu.
3.
Bola nasi jamuran , kemudian dimasukkan kedalam botol kosong.
4.
Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak 4 sendok
makan kedalam botol berisi nasi basi
5.
Biarkan botol terbuka tidak ditutup diamkan selama 1 minggu (campuran nasi dan
air gula tersebut akan berbau asam seperti tape)
MOL TAPAI ATAU MOL PEUYEUM
LEBIH BERSIH
Oleh:
SOBIRIN
Banyak yang bertanya cara membuat Mikro Organisme Lokal (MOL). Setelah diberi penjelasan bahannya dari sampah dapur yang membusuk atau bahan lain yang berjamur, kebanyakan mundur karena jijik, bau.
Banyak yang bertanya cara membuat Mikro Organisme Lokal (MOL). Setelah diberi penjelasan bahannya dari sampah dapur yang membusuk atau bahan lain yang berjamur, kebanyakan mundur karena jijik, bau.
Berikut saya membuat MOL yang relatif bersih, dari tapai atau
peuyeum.
MOL adalah kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan.
Dalam blog ini beberapa waktu lalu telah banyak saya uraikan cara-cara membuat MOL yang gratisan, yaitu dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk, sayur kemarin yang basi. Bisa juga dari bahan lain misalnya keong sawah yang ditumbuk, buah nenas yang busuk. Tinggal pilih bahan yang paling mudah didapat disekitar kita. Setelah bahan dipilih dari salah satu di atas, kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik, dan diberi air, hingga bahan tenggelam. Setelah 4 atau 5 hari MOL ini sudah bisa dipakai.
Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman.
MOL adalah kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan.
Dalam blog ini beberapa waktu lalu telah banyak saya uraikan cara-cara membuat MOL yang gratisan, yaitu dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk, sayur kemarin yang basi. Bisa juga dari bahan lain misalnya keong sawah yang ditumbuk, buah nenas yang busuk. Tinggal pilih bahan yang paling mudah didapat disekitar kita. Setelah bahan dipilih dari salah satu di atas, kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik, dan diberi air, hingga bahan tenggelam. Setelah 4 atau 5 hari MOL ini sudah bisa dipakai.
Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman.
Untuk ”anggrek”? Karena anggrek ini tumbuh di pakis dan akarnya
menonjol, saya tidak menyarankan dengan pupuk cair MOL ini. Nanti pakisnya di makan MOL dan
timbul panas yang bisa mematikan anggrek.
Jadi baiknya untuk tanaman yang tumbuh di tanah saja, dan tanahnya
yang disiram MOL encer.
Kembali ke MOL tapai atau MOL peuyeum, saya sebut lebih bersih, karena bahannya juga bersih, dan tidak ada kesan menjijikkan. Bisa tapai singkong atau peuyeum ketan, pilih yang paling mudah didapat.
Pertama, siapkan botol plastik air minum kemasan ukuran besar (1.500 mililiter). Cukup satu botol kosong saja, tidak
Kembali ke MOL tapai atau MOL peuyeum, saya sebut lebih bersih, karena bahannya juga bersih, dan tidak ada kesan menjijikkan. Bisa tapai singkong atau peuyeum ketan, pilih yang paling mudah didapat.
Pertama, siapkan botol plastik air minum kemasan ukuran besar (1.500 mililiter). Cukup satu botol kosong saja, tidak
usah dengan tutupnya.
Kedua, beli tapai atau peuyeum, sedikit saja, soalnya butuhnya juga hanya 1 ons, lalu masukkan dalam botol tadi.
Ketiga, isikan air dalam botol yang telah berisi tapai atau peuyeum tadi. Tidak usah penuh, cukup hampir penuh.
Keempat, masukkan gula ke dalam botol yang telah diisi tapai atau peyeum dan air tadi.
Kedua, beli tapai atau peuyeum, sedikit saja, soalnya butuhnya juga hanya 1 ons, lalu masukkan dalam botol tadi.
Ketiga, isikan air dalam botol yang telah berisi tapai atau peuyeum tadi. Tidak usah penuh, cukup hampir penuh.
Keempat, masukkan gula ke dalam botol yang telah diisi tapai atau peyeum dan air tadi.
Bisa gula pasir atau gula merah, 5 sendok makan.
Kelima, kocok-kocok sebentar agar gula melarut.
Keenam, biarkan botol terbuka tidak ditutup selama 4 atau 5 hari. Selanjutnya, selamanya botol tidak ditutup, biar MOL-nya bisa bernafas.
Ketujuh, setelah 5 hari, dan kalau dicium akan berbau wangi alkohol, maka MOL telah bisa dipakai.
Kedelapan, kalau ingin ”beternak” MOL, maka ambillah botol kosong yang sejenis, lalu bagilah MOL dari botol yang satu ke botol kedua. Separoh-separoh. Lalu isikanlah air ke dalam botol-botol tadi sampai hampir penuh, dan kemudian masukanlah gula ke masing-masing botol dengan takaran seperti di atas. Maka kita punya 2 botol MOL. Bila ingin memperbanyak lagi ke dalam botol-botol yang lain, lakukanlah dengan cara yang sama.
Kelima, kocok-kocok sebentar agar gula melarut.
Keenam, biarkan botol terbuka tidak ditutup selama 4 atau 5 hari. Selanjutnya, selamanya botol tidak ditutup, biar MOL-nya bisa bernafas.
Ketujuh, setelah 5 hari, dan kalau dicium akan berbau wangi alkohol, maka MOL telah bisa dipakai.
Kedelapan, kalau ingin ”beternak” MOL, maka ambillah botol kosong yang sejenis, lalu bagilah MOL dari botol yang satu ke botol kedua. Separoh-separoh. Lalu isikanlah air ke dalam botol-botol tadi sampai hampir penuh, dan kemudian masukanlah gula ke masing-masing botol dengan takaran seperti di atas. Maka kita punya 2 botol MOL. Bila ingin memperbanyak lagi ke dalam botol-botol yang lain, lakukanlah dengan cara yang sama.
MOL tapai sudah cukup bagus untuk percepatan membuat kompos, juga
dapat dipakai untuk pupuk cair. Saya mencoba lagi menambahkan buah nenas yang telah diblender
halus ke dalam MOL
tapai, juga ditambah gula pasir. Warnanya menjadi kekuningan, baunya wangi
antara tapai dan nenas, dan tetap bersih.
Setelah MOL peuyeum selesai saya buat, saya mencobanya untuk
starter pengomposan. Ternyata MOL peuyeum ini bagus, cepat bereaksi sebagai
starter kompos. Bahan kompos yang tadinya hijau dan coklat, dalam sehari sudah
menghitam dan menghangat
MOL HIJAU ADALAH PUPUK ORGANIK
CAIR (POC)
Oleh:
Sobirin
Membuat pupuk organik cair (POC) telah lama saya cita-citakan. Bahan ada di sekeliling kita. Pucuk daun-daun hijau segar, kotoran sapi, air kelapa, gula, dan tanah yang hidup, semua itu mudah kita dapatkan. Daun-daun dipotong kecil-kecil. Semua masuk tong, tambah air, selesai.
Membuat pupuk organik cair (POC) telah lama saya cita-citakan. Bahan ada di sekeliling kita. Pucuk daun-daun hijau segar, kotoran sapi, air kelapa, gula, dan tanah yang hidup, semua itu mudah kita dapatkan. Daun-daun dipotong kecil-kecil. Semua masuk tong, tambah air, selesai.
Pertama, siapkan tong plastik ukuran sedang, kira-kira volumenya 50
liter. Cuci sampai bersih supaya sisa-sisa zat kimia atau deterjen hilang, lalu
tong dijemur supaya kering.
Kedua, siapkan bahan-bahan yaitu pucuk daun apa saja yang berwarna hijau. Saya menggunakan daun papaya, daun tomat, daun teh-tehan, daun kiambang yang ada di sawah, eceng gondok, dan sejenisnya. Pilih daun-daun yang ada disekitar kita. Banyaknya sekitar 1 kg, atau sekitar 1 kantong kresek plastik besar.
Ketiga, siapkan kotoran sapi atau kotoran kambing atau kotoran ayam, sebanyak sekitar 1 kg. Gula pasir sebanyak 1/2 kg. Air kelapa gerlas 2 gelas minum.
Keempat, siapkan tanah yang hidup, yaitu tanah selokan sebanyak 1/2 kg. Upayakan tanah selokan ini tidak ada deterjen atau air sabun yang terbawa mengalir di selokan. Di dalam tanah selokan ini diharapkan banyak mikro organisme yang hidup.
Kelima, setelah daun-daun hijau segar dipotong kecil-kecil, maka bersama bahan-bahan lain yang telah disiapkan, semuanya dimasukkan dalam tong plastik.
Keenam, campurkan air sebanyak 40 liter. Diaduk hingga rata, kemudian tong ditutup dengan tutup yang berlubang-lubang supaya ada sirkulasi udara.
Ketujuh, aduk tiap hari, setelah 5 hari pupuk cair ini bisa dimanfaatkan.
Kedua, siapkan bahan-bahan yaitu pucuk daun apa saja yang berwarna hijau. Saya menggunakan daun papaya, daun tomat, daun teh-tehan, daun kiambang yang ada di sawah, eceng gondok, dan sejenisnya. Pilih daun-daun yang ada disekitar kita. Banyaknya sekitar 1 kg, atau sekitar 1 kantong kresek plastik besar.
Ketiga, siapkan kotoran sapi atau kotoran kambing atau kotoran ayam, sebanyak sekitar 1 kg. Gula pasir sebanyak 1/2 kg. Air kelapa gerlas 2 gelas minum.
Keempat, siapkan tanah yang hidup, yaitu tanah selokan sebanyak 1/2 kg. Upayakan tanah selokan ini tidak ada deterjen atau air sabun yang terbawa mengalir di selokan. Di dalam tanah selokan ini diharapkan banyak mikro organisme yang hidup.
Kelima, setelah daun-daun hijau segar dipotong kecil-kecil, maka bersama bahan-bahan lain yang telah disiapkan, semuanya dimasukkan dalam tong plastik.
Keenam, campurkan air sebanyak 40 liter. Diaduk hingga rata, kemudian tong ditutup dengan tutup yang berlubang-lubang supaya ada sirkulasi udara.
Ketujuh, aduk tiap hari, setelah 5 hari pupuk cair ini bisa dimanfaatkan.
Pupuk
cair ini juga adalah MOL atau mikro organisme lokal. Warnanya hijau, pekat,
maka untuk mudahnya sebut saja MOL hijau. Baunya agak menyengat. Cara
memanfaatkannya, ambil MOL hijau dari tong sebanyak 1 kaleng susu kecil.
Masukkan dalam ember plastik, dan campurkan dengan air sebanyak 15 kaleng susu
kecil. Aduk sampai rata, lalu siramkan pada media tanaman di pot atau di kebun
rumah tangga kita.
Menyiram MOL ke tanaman ini tidak tiap hari, tetapi 3 hari sekali. Siramkan pada media tanahnya, bukan pada batang tanamannya. Saya menyiramkan MOL hijau ini pada tanaman tomat rosela, padi ember. Hasilnya memuaskan.
Menyiram MOL ke tanaman ini tidak tiap hari, tetapi 3 hari sekali. Siramkan pada media tanahnya, bukan pada batang tanamannya. Saya menyiramkan MOL hijau ini pada tanaman tomat rosela, padi ember. Hasilnya memuaskan.
Selamat mencoba, moga-moga sukses, dan buatlah kompos agar kita
tidak membuang sampah ke luar rumah.
Buah
yang digunakan juga bisa bervariasi tinggal pilih yang anda suka dan yang
tersedia disekitar kita seperti pepaya, mangga, nangka, nanas, pisang dan
tomat. Kelebihan Mol buah adalah memiliki aroma yang harum seperti aroma buah
aslinya.
Bahan dalam pembuatan MOL buah :
1.
2 kg Limbah buah-buahan seperti nangka, pisang, mangga, pepaya,
nanas, tomat
2.
2 ons gula merah
3.
2 liter air kelapa
Cara membuat Mol Buah :
1.
Potong kecil-kecil buah-buahan yang tersedia
2.
Masukkan gula merah yang telah disisir
3.
Campurkan dengan air kelapa
4.
Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat
5.
Biarkan terfermentasi selama 15 hari
Cara penggunaan :
1.
Untuk pemupukan campurkan 150 ml dengan 15 liter air (1 tangki 15
– 17 liter), semprotkan ketanaman yang telah memasuki masa generatif atau
tanaman yang mulai berbunga
2.
Untuk pengomposan campurkan 1 bagian Mol buah dengan 5 bagian air
dan tambahkan gula merah lalu semprotkan ke bahan organik yang akan di
fermentasi.
Demikian
cara pembuatan Mol buah dan manfaatnya bagi tanaman, harapan maspary
semoga bisa kita manfaatkan dalam kegiatan pertanian kita.
Sumber
: gerbang pertanian.
Sumber
lain.:CPA ( catatan petani alami )
Cara
membuat nutrisi buah cukup mudah. Sari buah sebanyak satu liter ditambah gula
merah sebanyak 3 sendok makan. Campuran ini kemudian ditutup rapat, dan
didiamkan atau menunggu terfermentasi hingga satu minggu. Kemudian saat akan
disemprot ke tanaman, cairan yang telah difermentasi tersebut ditambah kuning
telur ayam kampung.
Aplikasi
nutrisi ini tidak banyak. Cukup sebanyak 200cc nutrisi untuk 15 liter air.
Mengapa 15 liter? Sebab saya menggunakan tangki penyemprot ukuran 15 liter.
Perbandingan ini untuk memudahkan penggarap saat akan menyemprotkan nutrisi
buah menggunakan tangki penyemprot. Larutan nutrisi ini disemprotkan ke daun
dan tanah disekitar tanaman saat akan berbuah.
Hasilnya,
pada panen yang lalu, tiap satu kuintal gabah menghasilkan 80 kg beras. Karena
itulah banyak petani sekitar saya yang tertarik membuat nutrisi buah. Sebab
hasilnya lebih baik dibanding menggunakan perangsang buah sintetis yang
harganya mahal.
Salam Pertanian !! Jumpa lagi dengan Gerbang
Pertanian. Setelah kemarin kita membahas tentangbahan utama pembuatan MOL,
sekarang maspary akan memosting tentang cara membuat dan manfaat MOL rebung
bambu. Seperti kita ketahui yang namanya bambu biasanya dimanapun akan tumbuh
subur, termasuk didaerah tanah yang tandus sekalipun. Dan yang lebih hebat,
tanaman bambu akan mengubah tanah yang tadinya tandus menjadi subur. Oleh
karena itu tanah-tanah disekitar perakaran pohon bambu biasa digunakan untuk
media pembibitan.
Bukan
hanya itu saja, bambu juga mampu tumbuh begitu cepat walaupun tanpa pupuk sama
sekali. Oleh karena itu kita akan mencoba memanfaatkan tanaman bambu muda
(rebung) untuk kita jadikan MOL. Menurut beberapa informasi yang maspary
peroleh, MOL rebung bambu mempunyai kandungan C organik dan giberellin yang
tinggi sehingga mampu merangsang pertumbuhan tanaman secara cepat. Selain itu
MOL rebung bambu juga mengandung mikroorganisme yang sangat penting untuk
membantu pertumbuhan tanaman yaitu Azotobacter dan Azospirillium.
Kalau
dilihat dari kandungannya tersebut MOL rebung bambu bisa kita gunakan sebagai
perangsang pertumbuhan padi saat fase vegetatif (tanaman muda) umur kurang dari
35 hst. Selain itu MOL rebung bambu juga sangat bagus digunakan untuk
pengomposan.
Cara Membuat MOL Rebung Bambu
Bahan:
1.
1 Kg rebung bambu
2.
Air cucian beras 2,5 – 3 liter
3.
1 butir buah maja
Gula
merah 1 – 2 ons
Cara membuat :
1.
Rebung bambu diiris tipis-tipis atau ditumbuk juga boleh
2.
Masukkan rebung bambu yang telah dihaluskan ke dalam jerigen
3.
Masukkan daging buah maja yang telah dihaluskan
4.
Masukkan gula merah
5.
Masukkan air cucian beras
6.
Tutup rapat jerigen tersebut, dan kocok-kocok hingga tercampur
7.
Buka sebentar tutup jerigen tiap pagi sekali agar gas dalam
jerigen bisa keluar.
8.
Setelah 15 hari siap digunakan
Cara penggunaan :
1.
Untuk pengomposan, campur larutan mol dan air dengan perbandingan
1 : 5 (1 liter MOL dicampur dengan air bersih 5 liter). Siram atau semprotkan
ke bahan pupuk kompos/ pupuk kandang yang akan dikomposkan.
2.
Untuk pemupukan tanaman, campurkan 1 bagian MOL rebung bambu
dengan air bersih 15 bagian. Semprotkan atau kocorkan pada tanaman.
Semoga sedikit informasi di Gerbang
Pertanian tersebut
bisa bermanfaat bagi para petani Indonesia. Ya, bisa untuk menghemat penggunaan
pupuk kan. Gak ada salahnya kalau kita coba dan kita kembangkan ke teman sesama
petani untuk meningkatkan kemandirian para petrani.
Salam Tani !! Selamat pagi petani Indonsia !! Masih semangat kan ?
Syukurlah………… Sebelumnya maspary mohon maaf karena sudah agak lama tidak
sempat menulis artikel di Gerbang
Pertanian , yah biasa
penyebabnya karena berbagai kesibukan pekerjaan dan keluarga. Bahkan SMS dari
rekan-rekan petani yang menanyakan permasalahannya saja sering kali tidak bisa
terbalas semua karena begitu banyak dan kompleknya permasalahan petani
Indonesia. Sekali lagi maspary mohon maaf.
Pada
pagi hari ini maspary akan menulis tentang cara membuat MOL sayur, yang mungkin
saja ilmu ini sudah banyak dilakukan oleh rekan-rekan Gerbang Pertanian.
Kelebihan dari MOL sayur ini adalah ketersediaan bahan yang berlimpah disekitar
kita, terutama sisa-sisa masakan para ibu rumah tangga. Manfaat dari MOL sayur
adalah sebagai mikroorganisme pengurai (pembuat kompos) dan penyubur tanaman
jadi sangat tepat jika di aplikasi saat vase vegetatif hingga menjelang
generatif yaitu umur pra tanam, 10, 20, 30 dan 40 hst.
Dengan
konsentrasi 5 – 10 ml per liter air biasanya sudah cukup untuk menyuburkan
tanaman. Kalau untuk pembuatan kompos butuh konsentrasi yang lebih besar,
bisanya sekitar 100-200 ml per liter air dan juga masih perlu ditambahkan gula
jawa sekitar 2 % dari volume air. Dalam MOL sayur mengandung Sitokinin,
karbohidrat, Pseudomonas, Aspergilus dan Lactobacillus.
Bahan
yang diperlukan untuk membuat MOL sayur :
1.
10 kg limbah sayuran hijauan (sawi, bayam, kol, brokoli, kangkung,
caisim dll)
2.
Garam 5 % dari berat bahan
3.
Air cucian beras 10 liter
4.
Gula merah/ gula jawa 2 % dari cairan yang peroleh setelah 3
minggu
Cara
membuat MOL sayur :
1.
Bahan sayuran dipotong kecil-kecil / tipis-tipis
2.
Masukkan dalam ember/ drum, setiap ketebalan 5 cm ditaburi garam
secukupnya.
3.
Tambahkan air cucian beras hingga 10 liter
4.
Tutup drum/ ember dengan plastik lalu ikat dengan rafia atau karet
5.
Tuangkan air diatas plastik tersebut agar wadah bisa tertutup
rapat.
6.
Setelah 3-4 minggu ember/ drum dibuka, dan cairan yang diperoleh
diambil (biasanya berwarna kuning kecoklatan atau sesuai bahan sayurnya).
7.
Tambahkan gula jawa/ gula merah sebanyak 2 % dari cairan tersebut.
Kalau cairannya 20 liter berarti butuh 4 ons gula.
Sangat
mudah bukan, selamat mencoba dan semoga bisa meningkatkan kemandirian petani
Indonesia.
MOL DAUN GAMAL SEBAGAI PESTISIDA
NABATI
Salam Tani !! Dari serangkaian berbagai macam MOL yang telah kita
bahas terdahulu mempunyai fungsi yang beranekaragam sesuai dengan bahan yang
dikandungnya. Memang rekan-rekan Gerbang
Pertanian harus
membuat lebih dari satu macam MOL untuk menghemat biaya usaha taninya.
Dalam pengaplikasiannya juga tidak harus satau macam MOL saja tetapi sebaikknya
dikombinasikan berbagai MOL sehingga bisa menghemat biaya tenaga kerja.
Mol
sebagai penyubur tanaman dan dekomposer telah maspary tulis berbagai jenis,
dari Mol keong mas, Mol rebung bambu, Mol bonggol pisang dll. Sekarang maspary
akan membahas tentang Mol daun gamal sebagai pestisida nabati. Dikatakan
sebagai pestisida nabati karena daun gamal bisa berfungsi sebagai pengendali
hama ulat dan hama penghisap (kutu), sebagai akarisida (pengendali tungau) dan
sebagai fungisida. Menurut beberapa referensi yang maspary baca, dalam Mol daun
gamal mengandung tanin yang bisa digunakan sebagai racun berbagai
serangga. Selain sebagai pestisida nabati Mol daun gamal juga digunakan sebagai
penyubur tanaman karena dalam Mol daun gamal ternyata juga mengandung unsur N.
Bahan
dalam pembuatan Mol daun gamal :
1.
2 kg daun gamal
2.
400 gr gula merah
3.
4 liter air beras
Cara
membuat mol daun gamal :
1.
Daun gamal dipotong-potong lalu ditumbuk sampai hancur
2.
Masukkan dalam jerigen
3.
Masukkan gula merah yang sebelumnya diiris-iris halus
4.
Masukkan air beras dalam jerigen
5.
Kocok-kocok supaya tercampur merata
6.
Fermentasikan selama minimal 21 hari
Cara
penggunaan Mol daun gamal :
1.
Sebagai pupuk daun dan pestisida nabati campurkan 1 – 4 liter mol
daun gamal dalam tangki semprot 14-17 liter air.
2.
Semprotkan secara merata ke tanaman saat pagi atau sore hari.
Mol
daun gamal bisa digunakan sebagai langkah awal pencegahan dan pengendalian hama
serta penyakit pada tanaman kita, akan tetapi jika masih terjadi serangan hama
maupun penyakit sebaikknya segera dilakukan pengendalian yang lain. Bisa juga
Mol daun gamal dikombinasikan dengan pestisida nabati yang lain seperti daun
mindi, tembakau, biji sirsak, akar tuba dll.
Salam Tani !! Siapa yang tidak kenal dengan keong mas ? hewan
golongan moluska ini memang bertubuh lunak dan jalannya sangat pelan, akan
tetapi bisa sangat merugikan petani. Karena keong mas sangat menggemari bibit
padi yang masih ranum. Oleh karena itu maspary di Gerbang
Pertanian akan sedikit
membahas cara mengolah keong mas sebagai hama ini agar bisa menjadi pupuk
organik dan pupuk hayati.
Kenapa
maspary tertarik dengan keong mas? kita ketahui kalau keongmas hobi
mengkonsumsi tanaman padi muda yang notabene banyak mengandung auksin. Oleh
karena itu jika dibuat MOL maspary yakin juga akan mengandung auksin juga.
Selain itu jika kita gunakan keong mas sebagai MOL atau keperluan yang lain
(makanan bebek) pasti sekaligus juga akan mengendalikan hama keong mas
tersebut.
Bahan MOL keong mas :
1.
1 kg keong mas yang masih hidup/ segar
2.
1/2 buah maja, jika tidak ada bisa gunakan gula merah 2 ons.
3.
2 liter air kelapa
Cara Membuat MOL keong Mas :
1.
Keongmas ditumbuk hingga halus lalu masukkan dalam jeligen
2.
Masukkan buah maja/ gula jawa yang telah dihaluskan
3.
Masukkan 2 liter air kelapa.
4.
Kocok-kocok hingga campur
5.
Buka sebentar setiap pagi tutup jeligennya
6.
Setelah 15 hari siap digunakan
Cara menggunakan MOL keong mas :
1.
Untuk pengomposan, campurkan 1 bgian MOL keong mas dengan 5 liter
air tawar dan tambahkan 1 ons gula merah. Siramkan pada bahan organik yang akan
dibuat kompos.
2.
Campurkan 1 liter MOL keong mas dalam 1 tangki semprot. Semprotkan
pada seluruh bagian tanaman dan anah disekitar perakaran tanaman. Jangan lupa
nyemprotnya pagi atau sore hari.
3.
Untuk semakin menyuburkan tanaman, MOL keong mas juga boleh
dicampur dengan MOL rebung bambu yang maspary tulis kemarin atau MOL-MOL yang
lain.
Manfaat dan kandungan MOL keong mas :
1.
MOL keong mas jika diaplikasi pada tanaman hortikultura (kacang
panjang, tomat, cabe dll) akan melebatkan dan memperbesar buahnya.
2.
Menurut informasi yang maspary peroleh, diduga kandungan MOL keong
mas adalah protein, azotobacter, azospirillium, mikroba pelarut phospat,
staphylococcus, pseudomonas, auksin dan enzim.
Semoga
petani Indonesia lebih bijaksana dalam memanfaatkan alam sekitar untuk
meningkatkan budidayanya.
Salam Pertanian !! Jumpa lagi dengan Gerbang
Pertanian. Telah kita ketahui bahwa peran mikroorganisme
sangat penting bagi tanaman. Terutama berguna untuk membantu kesehatan dan
penyerapan unsur hara dalam tanah. Pemupukan terhadap tanaman yang dilakukan
para petani yang semakin lama semakin banyak membuktikan bahwa tanah kurang responsif
terhadap penambahan pupuk. Tanah yang demikian itu disebabkan karena kurangnya
bahan organik dan mikroorganisme tanah sebagai juru masaknya. Untuk
mencari dan mengembangkan mikroorganisme sebenarnya tidaklah sulit, karena
mikroorganisme sebenarnya sudah ada dan sangat banyak jumlah dan jenisnya
disekitar kita. Biasa kita sebut mereka dengan mikroorganisme lokal (MOL).
Tinggal kita ambil mereka, kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan kita.
Menurut
maspary Untuk membuat MOL sebenarnya hanya dibutuhkan 3 bahan utama :
1.
Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan
bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat
bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi
basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul dll
2.
Glukosa. Bahan ini juga sebagai
sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan
mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula,
air kelapa, air nira dll
3.
Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak
mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk,
sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine
kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak
hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme
diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp,
Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.
Ketiga
bahan tersebut tinggal dicampur ditambah air dan ditutup rapat atau biasa
disebut difermentasi. Setelah 1-3 minggu bahan tersebut akan mengeluarkan bau
alkohol yang tajam, itu tandanya proses fermentasi berhasil dan MOL sudah jadi.
Jika kebalikannya, berbau busuk seperti bau got atau bau bangkai berarti harus
di ulang karena tidak jadi. Kegagalan biasanya terjadi karena penutupan kurang
rapat.
Untuk
beberapa postingan kedepan, maspary akan mengulas tentang cara membuat berbagi
macam MOL dan manfaatnya bagi tanaman.
Smoga
artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, sukses selalu bagi petani
Indonesia !!
Rabu, 25 Januari 2012
Salam Pertanian !! Kita sering sekali ditawari untuk membeli
produk organik yang mempunyai berbagai macam fungsi . Dibrosurnya tertulis
untuk menguraikan sampah, membuat bokhasi, menggemukkan ternak, menghilangkan
bau kotoran ternak dll. Kali ini maspary di Gerbang
Pertanian akan
membagikan pengalaman pribadi tentang membuat mikroorganisme multi fungsi.
Harapan maspary hanyalah agar para petani bisa benar-benar mandiri dan mampu
memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia dilingkungan kita untuk kemajuan petani
dan melestarikan bumi kita.
Gambar
salah satu bahan pembuat mikroorganisme multi fungsi
Gambar
cairan yang mengandung mikroorganisme multi fungsi yang maspary buat, warna dan
aroma berbeda-beda sesuai dengan jenis buahnya (tapi baunya harum) :
Manfaat
Mikroorganisme Multi Fungsi yang pernah maspary coba antara lain untuk :
1.
Pertama maspary mencobanya untuk membuat silase. Dengan
mikroorganisme tersebut hanya butuh waktu satu minggu dalam pembuatan silase.
Dalam satu minggu Silase sudah berbau harum dan siap digunakan.
2.
Bisa digunakan untuk menghilangkan bau kotoran ternak. Maspary
mencoba memberikannya untuk kelinci. Dan hasilnya luar biasa, kelinci yang
maspary pelihara dalam dapur sekarang sudah nggak bau lagi.
3.
Bisa juga untuk mennyehatkan ternak. Kelinci yang maspary pelihara
nggak pernah terserang kembung dan mencret walaupun saya kasih makan kubis,
caisin, kacang buncis dan kangkung.
4.
Selain itu juga bisa digunakan untuk menggemukkan ternak, Ini
berdasarkan fakta yang maspary peroleh dari kelinci saya yang gendut dan sehat.
Kenapa bisa gemuk ? karena nafsu makannya yang meningkat semenjak saya kasih
mikroorganisme tersebut.
5.
Urine kelinci yang maspary tampung juga saya fermentasi dengan
dengan mikroorganisme tersebut.
6.
Saya juga yakin kalau untuk pembuatan bokhasi/ kompos ataupun
memfermentasi pupuk organik lain juga bagus hasilnya.
7.
Beberapa fungsi lain belum maspary coba : menyuburkan tanaman,
menyuburkan tanah, merangsang pembuahan padi atau tanaman lain. (karena saya
yakin dalam larutan tersebut juga mengandung unsur hara, mineral dan asam
amino).
Gambar
Kelinci percobaanku yang gemuk dan sehat berkat mikroorganisme multi fungsi
Setelah rekan-rekan Gerbang
Pertanian mengetahui
manfaat dari mikroorganisme multi fungsi tersebut pasti sudah nggak sabar lagi
ingin mengetahui cara membuatnya. Tapi janji ya ! setelah maspary kasih tahu
langsung dipraktekkan, supaya kita bisa saling berbagi pengalaman.
Bahan
mikroorganisme multi fungsi :
1.
Campuran berbagai macam buah-buahan yang telah masak exp:
semangka, melon, nanas, mangga, jambu, belimbing dll 1 kg. (kebetulan maspary
dirumah jualan soup buah jadi bisa memanfaatkan sisa buah-buahan yang tidak
terpakai)
2.
Molase atau larutan gula jawa (untuk membuat larutan gula jawa:
larutkan gula jawa dalam air panas dengan perbandingan 1 : 1) 0,5 liter.
Penggunaan larutan gula jawa harus setelah benar-benar dingin.
3.
Koran bekas/ baru
4.
Karet gelang
5.
Kain penyaring (boleh kaos bekas atau baju bekas dll)
Cara
membuat mikroorganisme multi fungsi :
1.
Potong kecil-kecil berbagai macam buah-buahan tersebut (kurang
lebih 1 cm3)
2.
Masukkan buah-buahan tersebut dalam stoples
3.
Siram dengan molase atau larutan gula jawa
4.
Tutup toples dengan kertas koran dan ikat dengan karet
5.
Setelah dua minggu saring dan peras dengan kain
6.
Larutan/ air perasan yang dihasilkan siap digunakan untuk berbagai
keperluan diatas
Cara
menggunakan mikroorganisme multi fungsi :
1.
Jika akan digunakan sebaikknya mikroorganisme multi fungsi
tersebut kita encerkan terlabih dahulu. Buat larutan gula atau larutan molase
dengan perbandingan gula/ molase : mikroorganisme multi fungsi : air = 5 : 1 :
100
2.
Diamkan dulu larutan tersebut hingga 24 jam.
3.
Baru larutan tersebut kita gunakan untuk pembuatan silase,
campuran/ minuman ternak, pembuatan kompos, kita semprotkan ke tanah dan
tanaman sebagai penyubur dll.
Cara
membuat mikroorganisme multi fungsi tersebut memang mudah dilakukan, tapi
maspary sendiri belum sempat mengecek kandungan didalamnya. Oleh karena itu
jangan menanyakan mikroorganisme apa yang terkandung didalamnya atau bertanya
kandungan unsur haranya.
Petani
Modern dengan Kearifan Lokal
Pernahkah Anda membiarkan nasi (sisa) di atas meja, dan keesokan
harinya Anda mendapati nasi itu menjadi basi?
Mungkin
Anda juga paham bahwa buah dan sayuran di dapur, ketika dibiarkan makin lama
akan semakin membusuk. Mungkin Anda juga memahami bagaimana kayu mengalami
pelapukan pelan-pelan, kemudian berbaur dengan tanah. Ketika tanah yang
bercampur kayu lapuk itu ditanami, hasilnya akan woww!! Apa yang menjadikan
bahan itu busuk dan lapuk? Bagaimana mempercepat proses pembusukan itu menjadi
beberapa kali lipat dari kondisi normalnya? Salah satu cara adalah dengan
melipatgandakan jumlah mikroorganisme pembusuknya.
Mikro Organisme Lokal (MOL)
Setiap
daerah, akan didominasi oleh jenis mikroorganisme (bakteri dan fungi) yang
berbeda. Jenis (spesies) yang dominan sangat dipengaruhi oleh iklim (perubahan
suhu, derajat kelembaban), karakter bakteri dan media berkembangbiaknya di
lokasi tersebut. Oleh karena perbedaan dominasi sesuai lingkungan itulah,
disebut mikro organisme lokal. Dengan kata lain, mikroorganisme spesifik sesuai
lokasi berbembangbiaknya.
Mikro
organisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang itu, punya peran besar bagi
kehidupan khususnya bidang pertanian. Tidak disangsikan lagi, tanah yang
memiliki bahan organik melimpah, mikroorganismenya juga akan melimpah.
Pertanyaan menariknya adalah, bisakah bakteri atau fungi itu dikembangkbiakkan
atau diternak? Bagaimana mengembangbiakkannya? Setelah berkembangbiak, untuk
apa?
Teknologi
pertanian sederhana telah menjawab hal tersebut untuk memulihkan, bahkan
menyuburkan tanah. Dan sekarang, telah muncul produk-produk Pupuk Organik Cair
(POC) dengan beragam merk, beragam perusahan, juga beragam model pemasaran.
Petani sebagai sasaran produk-produk pertanian, sebaiknya bijak dan cerdas
sebelum membeli. Petani perlu dibekali pengetahuan dasar tentang hal ini.
Di
sekitar kita, banyak sekali bahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk
Organik Cair (POC). Kenapa harus membeli dari perusahaan yang menjualnya dengan
harga tinggi karena biaya produksi dan pemasarannya memang telah tinggi, dengan
kisaran harga Rp 40.000,- s.d Rp. 170.000,- per liter?
Padahal
dengan harga sebanyak itu, petani bisa membuat sendiri 40 s.d 170 liter pupuk
cair (dengan asumsi harga gula merah Rp 10.000,- per kg dicampurkan dengan air
10 liter) dengan memanfaatkan bahan-bahan lain disekitarnya, tidak perlu
membeli.
Ya,
memang media sederhana untuk membuat POC adalah gula merah seperti disebutkan
di atas, bisa juga tetes tebu, agar-agar dan bahan lain dengan kandungan
glukosa tinggi lainnya. Gula merah yang berglukosa tinggi itu akan berfungsi
sebagai bahan penyusun tubuh mokroorganisme sehingga berkembang biak.
Perkembangbiakan
bakteri terjadi melalui pembelahan/pemisahan diri (misalnya dari 1 menjadi 2,
kemudian 4, lalu 8, 16, 32, 64, 128, 256 dst) per periode tertentu, biasanya
per 15 menit.
Proses
pembuatan POC, umumnya hanya dalam kurun waktu 15 hari dan tidak rumit. Dari
hitungan pembelahan bakteri per 15 menit di atas, berapa banyak sebuah bakteri
berkembang selama 15 hari? Oleh karenanya, jangan heran bila dalam kemasan
produk-produk Pupuk Organik Cair disebutkan jutaan bahkan trilyunan bakteri di
dalamnya.
Berikut
ini adalah kerangka umum yang bisa dijadikan acuan. Hal-hal yang lebih spesifik
bisa ditelusuri melalui search engine, dengan mengetikkan kata ‘mikro organisme
lokal’.
Harapannya, dengan mengetahui kerangka umum
pengembangbiakan mikroorganisme lokal, petani tidak terombang-ambing pada
produk baru yang semakin bertambah jumlahnya. Konsep
umumnya adalah sebagai berikut, disesuaikan dengan kebutuhan yang akan dibuat:
1
.Siapkan gula merah dan air bersih (1 kg gula merah, untuk 10 liter air). Air
bersih bisa digantikan dengan air kelapa, bila ada. Air kelapa memiliki derajat
keasaman (pH) netral dengan kandungan elektrolit dan mineral cukup beragam,
baik untuk perkembangbiakan bakteri. Hancurkan gula merah itu, kemudian
larutkan dalam air.
2.
Siapkan
bahan-bahan organik di sekitar kita. Misalnya nasi kenduri yang tidak termakan
dan belum bercampur minyak goreng. Bahan lainnya seperti buah-buahan, sayur-sayuran,
daun-daunan juga bisa dimanfaatkan. Pemilihan bahan organik ini bebas, dengan
tujuan memanfaatkan bahan sebagai media untuk dirombak dan media
berkembangbiak. Perkirakan bahan organik ini antara 2,5 s.d 5 kg, atau
sesuaikan dengan wadah. Masukkan bahan tersebut ke dalam larutan gula merah di
point 1 tersebut di atas.
3.
Siapkan
sumber-sumber bakteri sebanyak 1 kg (kayu lapuk, keong mas atau bekicot yang
telah dicacah, isi usus ayam-ikan-sapi-kambing dll, air kencing sapi-kambing
dll, kotoran sapi). Masukkan ke dalam larutan gula merah. Sumber-sumber bakteri
ini disebut media starter untuk memperbanyak bakteri yang dikandungnya.
4.
Tutup ketiga campuran di atas dengan plastik atau penutup lainnya. Buka
tutupnya sebentar setiap pagi untuk mengeluarkan gasnya. Gas yang terbentuk
adalah tanda bahwa proses perombakan bahan-bahan campuran sedang berlangsung
oleh bakteri. Bila sampai seminggu tidak terjadi tanda-tanda pembentukan gas
(wadah tidak mengembung), ganti saja bahan-bahannya.
5.
Biarkan selama 15 hari atau sampai selesai terbentuk lapisan tepung berwarna
putih seperti bedak di atas permukaan larutan gula. Saring hingga larutan gula
terpisah dengan campuran kasar. Bakteri yang dikembangbiakkan ada dalam larutan
gula itu.
6.
Bila point 5 telah terpenuhi, maka siap diaplikasikan. Campurkan 70 s.d 150 ml
POC dengan 15 liter air. Siramkan atau semprotkan ke tanah. Ulangi lagi setiap
15 hari.
Ada
banyak manfaat dari pengembangbiakan MOL melalui pembuatan POC ini. Ketika POC
diaplikasikan ke tanah, akan semakin banyak bakteri yang merombak residu (sisa)
pupuk yang tidak dapat terurai dalam tanah tetapi tidak dapat diserap oleh
tanaman. Juga, makin cepatnya proses penguraian bahan organik mentah hingga
siap diserap tanaman. Akhirnya, tanah yang makin subur karena pemberian POC
ini, akan menyuburkan tanaman dan produksinya juga meningkat.
Dalam skala rumah tangga, para ibu-ibu dan remaja putri yang
menyukai tanaman hias juga bisa memanfaatkan teknologi sederhana ini, untuk menyuburkan tanaman hiasnya.
Siramkan POC buatan sendiri ini setelah ditambahkan air bersih seperti pada
point 6.
Anda
mungkin bukan petani, tidak ada salahnya berbagi hal ini kepada tetangga,
teman, saudara kita yang petani. Kita tahu, 60% penduduk miskin berdomisili di
desa, berprofesi sebagai petani dengan adopsi informasi teknologi yang lambat.
Demikian, sengaja ditulis dengan mencoba pemaparan sederhana yang jauh dari
bahasa ilmiah yang memusingkan.
Ingatlah bahwa kata TANI yang
digagas oleh Presiden Soekarno kala itu, adalah akronim dari Tiang
Agung Negara Indonesia.
Salam pertanian.
Pemerintah telah sadar bahwa efek samping penggunaan pupuk kimia telah membuat tanah kita rusak. Maka dibuatlah program GO ORGANIK 2010. Salah satu cara perbaikan biologi tanah adalah dengan aplikasi PGPR dan MOL (micro organisme lokal), cara membuatnya?
Pemerintah telah sadar bahwa efek samping penggunaan pupuk kimia telah membuat tanah kita rusak. Maka dibuatlah program GO ORGANIK 2010. Salah satu cara perbaikan biologi tanah adalah dengan aplikasi PGPR dan MOL (micro organisme lokal), cara membuatnya?
BAHAN:
·
200 gram gula pasir
·
100 gram trasi
·
200 gram tongkol/ bandeng
·
2 kg dedak/ bekatul
·
2 kg kohe (kotoran hewan, yg terbaik pake rumen
·
2 liter air cucian beras
·
Air bersih 20 liter
ALAT:
·
Kompor
·
Panci
·
Torong
·
Jerigen 20 liter
CARA
PEMBUATAN:
·
Rebus semua bahan kecuali kohe dan air bersih
·
Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
·
Tutup rapat
·
Setiap hari dibuka sebentar dan dikocok-kocok
·
Setelah 15 hari MOL siap digunakan
CARA
APLIKASI:
·
Sebelum digunakan, MOL disaring dulu.
·
Gunakan untuk menyemprot tanah dan tanaman dengan konsentrasi 1
liter/tangki.
·
Penyemprotan dilakukan setiap 15 hari sekali mulai sebelum tanam.
Dengan aplikasi MOL yang rutin, isya alloh akan membantu kita
dalam usaha perbaikan biologi tanah.
Semoga tulisan ini bisa memberi sedikit informasi terhadap petani dan penyuluh.
Salam Pertanian !! Halo bagaimana kabar anda Petani Idonesia ?
Mudah-mudahan selalu sehat dan selalu semangat. Masih melanjutkan topik yang
kemarin tentang MOL (mikroorganisme lokal) kali ini maspary di Gerbang
Pertanian akan
menginfokan tentang MOL bonggol pisang. Walaupun kelihatannya bonggol pisang
sangat sepele tapi sebenarnya kalau dimanfaatkan bisa luar biasa.
MOL
bonggol bisang ini sebenarnya sebuah reques dari beberapa rekan maspary yang
ingin tahu lebih jauh tentang MOL tersebut. Sebenarnya yang bisa dibuat mol
bukan hanya bonggol pisang saja tetapi batangnyapun bisa digunakan untuk MOL,
tetapi kalau MOL batang pisang manfaatnya tidak sehebat bonggol pisang. Dalam
mol batang pisang lebih banyak mengandung unsur hara P atau phospat sehingga
banyak digunakan sebagai penambah nutrisi tanaman.
Kalau
begitu apa kandungan MOL bonggol pisang maspary ?
Menurut
beberapa literatur yang maspary baca dalam MOL bonggol pisang mengandung Zat
Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin. Selain itu dalam mol bonggol pisang
tersebut juga mengandung 7 mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman
yaitu : Azospirillium, Azotobacter, Bacillus, Aeromonas, Aspergillus,
mikroba pelarut phospat dan mikroba selulotik. Tidak hanya itu MOL bonggol
pisang juga tetap bisa digunakan untuk dekomposer atau mempercepat proses
pengomposan. Hebat bukan ?
Bahan pembuatan MOL bonggol pisang :
1.
1 kg bonggol pisang
2.
2 ons gula merah
3.
2 liter air beras.
Cara membuat MOL bonggol pisang :
1.
Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu ditumbuk-tumbuk
2.
Iris – iris gula merah lalu masukkan dalam air cucian beras dan
aduk-aduk sampai larut
3.
Campurkan air cucian beras yang sudah ada gulanya ke dalam bonggol
pisang.
4.
Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat, setiap 2 hari atau jika
menggelembung buka tutupnya.
5.
Dari pengalaman maspary setelah 15 hari biasanya siap digunakan.
Sekali lagi maspary mengajak rekan-rekan Petani Indonesia untuk
selalu memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan kita. Terutama bagi
rekan-rekan Gerbang
Pertanian yang ingin
menghemat usaha taninya, atau rekan-rekan maspary yang “maaf” tidak mempunyai
banyak dana untuk usahataninya. Coba kalau kita praktekkan dan kita terapkan
resep-resep MOL yang maspary berikan beberapa waktu yang lalu, pasti bisa
sangat mengurangi biaya usaha kita. Paling tidak bisa mengurangi biaya
pembelian pupuk kimia maupun pupuk organik cair ( POC).
Semoga
resep sederhana tentang MOL bonggol pisang tersebut bisa bermanfaat bagi Petani
Indonesia
Sukses
selalu buat Petani Indonesia !
Minta izin maspary untuk dipublikasikan dan dipraktekkan
Bahan utama MOL terdiri 3 komponen:
1. Karbohdrat: Air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, dan sejenisnya
2. Glukosa: air gula, air kelapa, dan sejenisnya
3. Sumber bakteri: buah-buahan, air kencing, kotoran hewan, dan sejenisnya
Bahan utama dalam MOL terdiri dari 3 jenis komponen yaitu:
1. Karbohdrat: Air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, dan sejenisnya
2. Glukosa: air gula, air kelapa, dan sejenisnya
3. Sumber bakteri: buah-buahan, air kencing, kotoran hewan, dan sejenisnya
Bahan utama dalam MOL terdiri dari 3 jenis komponen yaitu:
1.
Karbohidrat: air cucian beras (tajin), nasi bekas
(basi), singkong, kentang, gandum.
Yang
paling sering digunakan adalah dengan air tajin.
1.
Glukosa: dari gula merah diencerkan dengan air,
cairan gula pasir, gula batu dicairkan, air
gula
dan air kelapa.
1.
Sumber bakteri:
keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, dan sebagainya, air
kencing atau apapun yang mengandung sumber bakteri.
Contoh MOL dan aplikasinya:
1. MOL buah-buahan untuk membantu malai padi agar berisi
2. MOL daun cebreng untuk penyubur daun tanaman
3. MOL bonggol pisang untuk pengurai saat pembuatan kompos
4. MOL sayuran untuk merangsang tumbuhnya malai padi
5. MOL rebung bambu untuk merangsang pertumbuhan tanaman
6. MOL limbah dapur untuk memperbaiki struktur fisik, biologi, dan kimia tanah
7. MOL protein untuk nutrisi tambahan pada tanaman
8. MOL nimba dan sarawung untuk mencegah penyakit tanaman
Contoh MOL dan aplikasinya:
1. MOL buah-buahan untuk membantu malai padi agar berisi
2. MOL daun cebreng untuk penyubur daun tanaman
3. MOL bonggol pisang untuk pengurai saat pembuatan kompos
4. MOL sayuran untuk merangsang tumbuhnya malai padi
5. MOL rebung bambu untuk merangsang pertumbuhan tanaman
6. MOL limbah dapur untuk memperbaiki struktur fisik, biologi, dan kimia tanah
7. MOL protein untuk nutrisi tambahan pada tanaman
8. MOL nimba dan sarawung untuk mencegah penyakit tanaman
MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DAUN KEDOYA DAN REBUNG
Dalam
upaya pemanfaatn pupuk organik adalah menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL).
Mikro organisme lokal (MOL) dapat menggunakan bahan yang ada disekitar antara
lain buah-buahan busuk, nasi bekas, keong, bambu (rebung), batang pisang,
bonggol pisang bahkan akar bambu dan daun-daunan seperti daun Kedoya yang
banyak mengandung unsur N, P dan K.
Daun Dysoxylum gaudichaudianum merupakan bahan yang digunakan oleh petani dalam membuat persemaian padi, sebelum padi disemai ditaburi daun ini yang telah ditumbuk atau dihancurkan dan hasil persemaian akan sangat subur. Ciri khas tanaman ini adalah memiliki kulit jaringan kayu yang berbau menusuk dan memuakkan yang bisa rasa mual sehingga dapat mengakibatkan orang muntah-muntah. Oleh karena itu Dysoxylum gaudichaudianum di Lombok disebut daun ketai. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di sekitar parit dan merupakan tanaman pohon dan tingginya dapat mencapai 25-45 meter. Di Jakarta disebut dengan pohon Kedoya. Kedoya merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan (Meliaceae). Tanaman KedoyaDysoxylum gaudichaudianum diduga mengandung nitrogen yang cukup tinggi
Rebung bambu merupakan anak bambu yang banyak tunbuh di sekitar persawahan,sungai atau kebun. Rebung merupakan tanaman yang diduga mempunyai kendungan nitrogen yang cukup tinggi.
Mengingat hal tersebut maka daun Kedoya dan rebung dapat digunakan sebagai MOL dan telah dicoba oleh petani dan hasilnya dapat mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.
A. Bahan dan Cara Membuat.
1. Bahan dan alat
Daun Dysoxylum gaudichaudianum merupakan bahan yang digunakan oleh petani dalam membuat persemaian padi, sebelum padi disemai ditaburi daun ini yang telah ditumbuk atau dihancurkan dan hasil persemaian akan sangat subur. Ciri khas tanaman ini adalah memiliki kulit jaringan kayu yang berbau menusuk dan memuakkan yang bisa rasa mual sehingga dapat mengakibatkan orang muntah-muntah. Oleh karena itu Dysoxylum gaudichaudianum di Lombok disebut daun ketai. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di sekitar parit dan merupakan tanaman pohon dan tingginya dapat mencapai 25-45 meter. Di Jakarta disebut dengan pohon Kedoya. Kedoya merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan (Meliaceae). Tanaman KedoyaDysoxylum gaudichaudianum diduga mengandung nitrogen yang cukup tinggi
Rebung bambu merupakan anak bambu yang banyak tunbuh di sekitar persawahan,sungai atau kebun. Rebung merupakan tanaman yang diduga mempunyai kendungan nitrogen yang cukup tinggi.
Mengingat hal tersebut maka daun Kedoya dan rebung dapat digunakan sebagai MOL dan telah dicoba oleh petani dan hasilnya dapat mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.
A. Bahan dan Cara Membuat.
1. Bahan dan alat
·
Daun Kedoya : 5 – 7 tangkai
·
Rebung
: 2 kg
·
Gula merah : 500 gr
·
Air beras
: 4 liter
·
Ember, jerigen 5 liter, selang kecil dan botol air minum
kemasan.
2.
Cara membuat
·
a. Daun Kedoya dilepas dari tangkainya kemudian
ditumbuk
·
b. Rebung dipotong-potong kemudian ditumbuk,
tapi untuk mendapakan bahan yang lebih efektif maka sebaiknya rebung diparut.
·
c. Gula merah dipotong-potong sesuai besarnya
jerigen.
·
d. Semua bahan yang telah siap kemudian
dimasukkan kedalam jerigen dan tuangkan air beras.
·
e. Tutup jerigen dihubungkan dengan selang
kedalam botol dan dilakukan fermentasi selama kurang lebih 2 minggu (15 hari).
Kemudaian disaring.
·
f. Setelah 15 hari siap untuk diaplikasikan.
B. Cara Aplikasi
1. Untuk tanaman padi
Hasil saringan MOL diambil 2 gelas ukuran air minum kemasan dan dimasukan kedalam tangki hand sprayer ukuran 14 liter, kemudian disemprotkan ke tanaman padi. Kebutuhan per ha kurang lebih 10 tangki hand sprayer.
2. Untuk tanaman sayuran
Hasil saringan MOL diambil 1 gelas ukuran air minum kemasan kemasan dan dimasukan kedalam tangki hand sprayer ukuran 14 liter, kemudian disemprotkan ke tanaman sayuran. Hasil ini atas percobaan oleh petani, bila hasil saring MOL yang digunakan melebih 1 gelas maka tanaman sayuran akan gosong. Ini membuktiakan bahwa kandungan pupuk cukup tinggI (Ir.Tatok Sulistiyanto/Koordinator BP3K Kec. Sandubaya).
1. Untuk tanaman padi
Hasil saringan MOL diambil 2 gelas ukuran air minum kemasan dan dimasukan kedalam tangki hand sprayer ukuran 14 liter, kemudian disemprotkan ke tanaman padi. Kebutuhan per ha kurang lebih 10 tangki hand sprayer.
2. Untuk tanaman sayuran
Hasil saringan MOL diambil 1 gelas ukuran air minum kemasan kemasan dan dimasukan kedalam tangki hand sprayer ukuran 14 liter, kemudian disemprotkan ke tanaman sayuran. Hasil ini atas percobaan oleh petani, bila hasil saring MOL yang digunakan melebih 1 gelas maka tanaman sayuran akan gosong. Ini membuktiakan bahwa kandungan pupuk cukup tinggI (Ir.Tatok Sulistiyanto/Koordinator BP3K Kec. Sandubaya).
MOL
Mikro Organisme Lokal
Isroi.
Istilah
MOL atau kepanjangannya Mikro Organisme Lokal sudah banyak dikenal. MOL mudah
dibuat dan mudah diaplikasikan. Cara da metode pengembangan MOL pun
bermacam-macam. Namun, kadang-kadang suatu resep MOL yang berhasil diterapkan
di suatu tempat, seringkali kurang berhasil dilakukan di tempat lain. Meskipun
demikian pembuatan MOL merupakan salah satu cara untuk membuat petani mandiri.
Seperti
yan sudah saya sebutkan, ada banyak cara pembuatan MOL. Saya akan sampaikan
secara bertahap/terpisah cara pembuatannya. Silahkan Anda coba sendiri dan
buktikan sendiri khasiatnya.
mol nasi
Pembuatan
MOL ini aku peroleh dari petani di Brastagi, Medan. Di sana adalah daerah
pertanian yang cukup subur. Dan mereka secara turun temurun telah membuat MOL
dengan cara mereka sendiri.
Cara
pembuatan MOL yang mereka lakukan adalah sebagai berikut.
1.
Sisa nasi dipendam dalam tanah.
2. Setelah beberapa hari, nasi diambil lagi,
3. Nasi tersebut diencerkan dengan air dan digunakan untuk mengkomposkan bahan-bahan organik.
2. Setelah beberapa hari, nasi diambil lagi,
3. Nasi tersebut diencerkan dengan air dan digunakan untuk mengkomposkan bahan-bahan organik.
Bahan
organik yang telah dicampur dengan nasi tadi kemudian dipendam selama beberapa
hari sampai hancur dan lumat seperti tanah. Kompos yang telah jadi ini dapat
langsung digunakan untuk memupuk tanaman.
Komentar (0)
Post a Comment